Rabu, 27 Maret 2013
Senin, 25 Maret 2013
Foto Anggota
HORMON
HORMON
Hormon adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin yang masuk dalam peredaran darah untuk mempengaruhi jaringan target secara spesifik. Ada 2 macam hormone yaitu hormone alami dan buatan.
Hormon alami adalah hormone yang berasal dari ternak sapi, babi dan biri-biri yang apabila hormone tersebut diberikan pada manusia akan mengakibatkan reaksi imunologis. Selain hormon alami juga terdapat hormon buatan yang dibuat melalui rekayasa genetika. DNA mikroba dapat diarahkan untuk produksi rangkaian asam amino yang untungnya sesuai dengan hormon manusia yang diinginkan.
Cara ini dapat menghasilkan banyak hormon dengan waktu yang singkat. Hormon ini tidak menimbulkan reaksi imunologis bila diinjeksikan pada manusia. Selanjutnya kita akan membahas mengenai Analog dan antagonis hormone . Analog hormone dan hormone alami mengalami kemiripan dan sangat menguntungkan . Analog hormone memliki pengertian yaitu zat sintetic yang berikatan dengan reseptor hormone tersebut. Sedangkan antagonis hormone adalah obat atau zat kimia yang menghambat sintesis, skresi maupun kerja hormone pada reseptornya. Mejanisme kerja hormone pada taraf selular tergantung jenis hormonnya.
Mekanisme Kerja Hormone
• Hormon Peptida Reseptor hormone peptide terdapat pada membrane plasma sel target yang reseptornya bersifat spesifik untuk hormone peptide tertentu. Dalam reseptor ini terdapat enzim adenilsiklase yang kerjanya dapat terhambat akibat perangsangan dari interaksi hormone dan reseptornya. Interaksi reseptor ini mengubah kecepatan sintesis siklik AMP dari ATP dimana siklik AMP berfungsi sebagai media intrasel untuk hormonr tersebut. Siklik AMP menyebabkan aktivasi enzim protein kinase yang terlibat dalam proses fosfolirasi pada sintesis protein dalam sel. Beberapa hormone membutuhkan Ca sebagai mediator intraselularnya. Kerja ion Ca dan siklus AMP dapat saling mempengaruhi seba Ca dapat menyebabkan aktvasi siklik AMP dan sebaliknya.
• Hormon Steroid Hormon Steroid melewati membrane sel masuk kedalam sitoplasma setia sel, baik sel target hormone steroid maupun sel lainnya. Reseptor hormone steroid dalam sel target yaitu dalam sitoplasma. Bila keduanya berikatan dengan reseptor sitoplasma maka kompleks hormone – reseptor tersebut setelah mengalami modifikasi akan ditranslokasi ke tempat kerjanya pada kromatin. Kemudia terjadi peningktan sintesis protein sesuai fungsi masing-masing sel target.
• Hormon Adenohipofisis Hormon hipofisis sangat spesifik untuk tiap spesies sehingga di masa lalu sumber untuk penggunaan klinis yang memenuhi syarat hanya mungkin di dapat dari ekstrak hipofisis manusia post mortem
• Hormon Somatotropin Fungsi hormone pertumbuhan secara jelas adalah terhadap pertumbuhan. Bila terjadi kekurangan hormone ini akan mengakibatkan kekerdilan (dwartisme ), sedangkan bila kelebihan hormone ini akan mengakibatkan gigantisme pada anak dan akromegali pada orang dewasa. Somatotropin secara kimia identik dengan hormone pertumbuhan manusia yang dibuat dengan cara genetic. Kegunaan klinik dari hormone somatotropin adalah sama dengan somatren yaitu suatu hormone pertumbuhan yang dihasilkan dengan cara rekayasa genetic yang memiliki satu gugus metionin tambahan pada terminal N-nya . Hormon ini memiliki efek samping biologis yakni 1 mg somatrem sama dengan 2,6 IU hormone pertumbuhan atau somatotropin.
• Hormon Prolaktin Fungsi hormone prolaktin pasa manusia adalah peran prolaktin dalam fungsi fisiologik dan keadaan patologik tertentu. Rumus kimia dari prolaktin sangat mirip dengan hormone pertumbuhan . Hal ini dibuktikan bahwa fungsi prolaktin manusia sangat terlihat enonjol pada proses laktasi, dimana fungsi laktasi sendiri dipengaruhi oleh kortikosteriod ,tiroid dan hormone kelamin yang semuanya tergantung pada hormone tropic hipofisis. Selain itu, prolaktin ternyata juga berperan dalam penghambatan sekresi gonadotropin dan cara erja pda gonad.
• Hormon Gonadotropin Hipofisis menghasilkan 2 jenis hormone gonadotropin yang mengatur fungsi alat reproduksi , yaitu FSH dan LH. Gonadotropin hipofisis maupun plasenta adalah hormone glikoprotein ( peptide) dan hanya efektif bila diberikan daam bentuk suntikan.
• Hormon Tiroid Hormon tiriod diproduksi oleh kelenjar tiroid yang akan disimpan sebagai residu asam amino dan trigobulin yang merupakan glikoprotein yang menempati sebagian besar folikel koloid kelenjar tiroid. Secara garis besar ,sintetis, penyimpanan, sekresi dan konversi hormone tiroid terdiri dari beberapa tahap yakni :
Mekanisme Kerja Hormone
• Hormon Peptida Reseptor hormone peptide terdapat pada membrane plasma sel target yang reseptornya bersifat spesifik untuk hormone peptide tertentu. Dalam reseptor ini terdapat enzim adenilsiklase yang kerjanya dapat terhambat akibat perangsangan dari interaksi hormone dan reseptornya. Interaksi reseptor ini mengubah kecepatan sintesis siklik AMP dari ATP dimana siklik AMP berfungsi sebagai media intrasel untuk hormonr tersebut. Siklik AMP menyebabkan aktivasi enzim protein kinase yang terlibat dalam proses fosfolirasi pada sintesis protein dalam sel. Beberapa hormone membutuhkan Ca sebagai mediator intraselularnya. Kerja ion Ca dan siklus AMP dapat saling mempengaruhi seba Ca dapat menyebabkan aktvasi siklik AMP dan sebaliknya.
• Hormon Steroid Hormon Steroid melewati membrane sel masuk kedalam sitoplasma setia sel, baik sel target hormone steroid maupun sel lainnya. Reseptor hormone steroid dalam sel target yaitu dalam sitoplasma. Bila keduanya berikatan dengan reseptor sitoplasma maka kompleks hormone – reseptor tersebut setelah mengalami modifikasi akan ditranslokasi ke tempat kerjanya pada kromatin. Kemudia terjadi peningktan sintesis protein sesuai fungsi masing-masing sel target.
• Hormon Adenohipofisis Hormon hipofisis sangat spesifik untuk tiap spesies sehingga di masa lalu sumber untuk penggunaan klinis yang memenuhi syarat hanya mungkin di dapat dari ekstrak hipofisis manusia post mortem
• Hormon Somatotropin Fungsi hormone pertumbuhan secara jelas adalah terhadap pertumbuhan. Bila terjadi kekurangan hormone ini akan mengakibatkan kekerdilan (dwartisme ), sedangkan bila kelebihan hormone ini akan mengakibatkan gigantisme pada anak dan akromegali pada orang dewasa. Somatotropin secara kimia identik dengan hormone pertumbuhan manusia yang dibuat dengan cara genetic. Kegunaan klinik dari hormone somatotropin adalah sama dengan somatren yaitu suatu hormone pertumbuhan yang dihasilkan dengan cara rekayasa genetic yang memiliki satu gugus metionin tambahan pada terminal N-nya . Hormon ini memiliki efek samping biologis yakni 1 mg somatrem sama dengan 2,6 IU hormone pertumbuhan atau somatotropin.
• Hormon Prolaktin Fungsi hormone prolaktin pasa manusia adalah peran prolaktin dalam fungsi fisiologik dan keadaan patologik tertentu. Rumus kimia dari prolaktin sangat mirip dengan hormone pertumbuhan . Hal ini dibuktikan bahwa fungsi prolaktin manusia sangat terlihat enonjol pada proses laktasi, dimana fungsi laktasi sendiri dipengaruhi oleh kortikosteriod ,tiroid dan hormone kelamin yang semuanya tergantung pada hormone tropic hipofisis. Selain itu, prolaktin ternyata juga berperan dalam penghambatan sekresi gonadotropin dan cara erja pda gonad.
• Hormon Gonadotropin Hipofisis menghasilkan 2 jenis hormone gonadotropin yang mengatur fungsi alat reproduksi , yaitu FSH dan LH. Gonadotropin hipofisis maupun plasenta adalah hormone glikoprotein ( peptide) dan hanya efektif bila diberikan daam bentuk suntikan.
• Hormon Tiroid Hormon tiriod diproduksi oleh kelenjar tiroid yang akan disimpan sebagai residu asam amino dan trigobulin yang merupakan glikoprotein yang menempati sebagian besar folikel koloid kelenjar tiroid. Secara garis besar ,sintetis, penyimpanan, sekresi dan konversi hormone tiroid terdiri dari beberapa tahap yakni :
Dalam mekanisme kerjanya hormone tiroid memiliki efek samping diantaranya pada pertumbuhan dan perkembangan, efek kalorigenik dan efek metabolic.
VITAMIN
Vitamin merupakan suatu senyawa organik yang dalam jumlah sangat kecil dibutuhkan oleh tubuh untuk memelihara fungsi dan metabolisme normal. Vitamin diperoleh tubuh dari makanan sehari-hari. Tapi ada juga yang diperoleh dari hasil sintesa flora usus, misalnya vitamin K dan asam pantotenat(vitamin B5). Bahkan vitamin A dan D dapat dibentuk oleh tubuh sendiri. Umumnya vitamin merupakan co-enzym dari suatu yang berperan pada proses metabolisme dalam tubuh . pada keadaan tertentu tubuh dapat mengalami defisiensi vitamin. Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal antara lain :
*Makanan yang dikonsumsi sehari-hari kurang kandungan vitaminnya
*Adanya gangguan pencernaan sehinnga penyerapan vitamin terganggu
* Kebutuhan akan vitamin meningkat,misalnnya pada masa kehamilan,masa pertumbuhan dan masa penyembuhan dari sakit
1. Penggolongan Vitamin
Berdasarkan sifat kelarutannya ,vitamin dibagi atas 2 golongan yaitu:
a.vitamin yang larut dalam air,meliputi ;
Thiamin,Riboflavin,Biotin,Rutin,Asam Folat, Asam Pantotenat, Cyanocobalamin,Asam para amino benzoat,Asam Ascorbat,Nikotinamida,Piridoksin
Semua vitamin tersebut mudah diserap di dinding usus dan mudah pula dikeluarkan bersama urine ,kecuali vitamin B12 yang penyerapannya membutuhkan adannya intrinsik. Dengan sifat yang demikian, kemungkinan timbulnya toksisitas akibat kumulasi vitamin dalam tubuh jarang terjadi . vitamin kelopok ini sedikit sekali disimpan didalam tubuh.
b. vitamin yang larut dalam lemak,yaitu:
vitamin A
vitamin D
vitamin E
vitamin K
vitamin ini diserap bersama-sama lemak,sehingga adanya gangguan pencernaan lemak dapat mengurangi penyerapannya. Ekskresinnya lambat sehingga dapat menimbulkan kumulasi dalam tubuh sehingga menyebabkan gejala keracunan.
2. obat-obat tersendiri
Vitamin B kompleks:
Kelompok vitamin ini bersumber sama, sehingga disebut B kompleks defisiensi salah satu anggota kelompok vitamin ini, biasannya juga disertai defisiensi seluruh kompleks vitamin ini.
a. Thiamin (vitamin B1)
Terdapat dalam kulit beras,hati.ginjal,ragi,sayuran dan kacang-kacangan. Vitamin ini penting pada metabolisme karbohidrat. Defisiensinnya menyebabkan gejala anoreksia,obstipasi,kejang otot,kesemutan(paresthesia), beri-beri dengan polineuritis dan gangguan jantung. Dalam dosis tinggi bersama dengan vitamin B6 dan B12 digunakan sebagai vitamin neurotropik
b. Riboflavin (vitamin B2)
Terdapat dalam antara lain dalam usus,telur,hati,kulit beras,ragi dan sayuran. Defisiensinya menyebabkan sakit tenggorokan dan radang pada sudut mulut radang lidah,kelainan mata(conjungtivitis dan fotophobia) dan gejala avitaminosis B lainnya.
c. Piridoksin (vitamin B6)
Banyak terkandung dalam daging,hati,ginjal,padi-padian, kacang dan sayuran. Ada 3 bentuk vitamin ini, yaitu piridoksin, piridoksal dan piridoksamin. Defisiensi B6 menyebabkan gangguan kulit (radang), gangguan alat pencernaan, radang selaput lendir mulut dan lidah, radang saraf dan gangguan pembentukan sel-sel darah merah. Defisiensi ini dapat juga terjadi karena pemakaian INH untuk jangka waktu yang lama. Vitamin B6 juga digunakan untuk melawan mual, muntah dan depresi karena pil anti hamil dan muntah kehamilan (morning sickness).
d. Nikotinamida(niasinamida, PP faktor atau vitamin B3)
Terdapat dalam sayuran,ikan,daging,padi dan gandum. Vitamin ini terdapat sebagai asam nikotinat. Di dalam hati ini diubah menjadi nikotinamida, yang merupakan co-enzym pada proses oksidasi reduksi. Defisiensi vitamin ini menimbulkan penyakit pellagra dengan gejala kulit menjadi hitam(dermatitis), gangguan lambung usus (diare) dan gangguan saraf(dementia).
e. Asam Pantotenat(vitamin B5)
Terdapat dalam semua jaringan tubuh dan semua macam makanan. Juga dapat diproduksi oleh flora usus. Bentuk aktifnya adalah isomer dexter, yaitu d-pantotenat. Merupakan co-enzym A ya ng penting dalam metabolisme. Defisiensinnya pada manusia belum dikenal.
f. Asam Folat(vitamin B11)
Terdapat dalam sayuran,hati,ragi,daging,ikan dan kacang-kacangan, hanya sedikit terdapat dalam buah-buahan. Dalam hati diubah menjadi tetrahidrofolat,suatu co-enzym pada sintesa asam inti dan pembelahan sel. Penting pada pembentukan eritrosit. Defisiensinnya menyebabkan anemia megaloblaster.
g. Cyanocobalamin(vitamin B12)
Terdapat dalam makanan yang berasal dari hewan,yaitu daging,hati,telur dan susu dalam bentuk suatu kompleks protein. Dalam lambung, vitamin B akan terlepas dari kompleks tersebut,lalu berkaitan dengan faktor intrinsik yang dikeluarkan oleh mukosa lambung,sehingga dapat diserap oleh usus halus. Dalam tubuh,vitamin ini ditimbun dalam hati. Vitamin ini merupakan faktor penting dapat pembentukan eritrosit dan defisiensinya menyebabkan anemia megaloblaster.
Asam ascorbat
Banyak terdapat dalam sayur dan buah. Berperan penting dalam pembentukan zat pengikat dalam tulang dan tulang rawan, sekitar kapiler dan antar sel(kolagen) yang penting bagi saling terikatnya jaringan. Bila sintesa kolagen terganggu,dinding pembuluh darah mudah rusak,sehingga mudah terjadi pendarahan. Selain itu penggunaanya juga untuk mempercepat sembuhnya luka, dan mempertinggi daya tahan tubuh terhadap infeksi kuman serta anti lipidemikab
Defisiensi vitamin C menyebabkan sariawan(skorbut) gigi mudah lepas,luka yang sukar sembuh dan mudah terjadinya pendarahan.
Vitamin A (retinol,axerophthol)
Dalam sayuran terdapat sebagai provitamin A, yaitu karoten dan kaerotenoid, yang dalam usus diubah menjadi vitamin A . vitamin A sendiri terdapat dalam usus, kuning telur,hati,dan minyak ikan.
Vitamin A berfungsi untuk:
~ menjaga keutuhan jaringan epitel dan mukosa di seluruh tubuh, sehingga jaringan tersebut tidak mudah rusak dan terjadi hiperkeratosis di kulit conjungtiva kornea dan sebagainya
~merangsang sintesa RNA , glukoprotein dan kortikosteroida
~pembentukan rhodopsin, suatu pigmen fotosensitif yang dibutuhkan retina mata untuk dapat melihat pada keadaan gelap
Defisiensi vitamin A menimbulkan rabun senja (hemerolophia), xerophthalmia(kornea mata mengering dan mengeras),atrifia mukosa dan menghambat pertumbuhan anak.
Vitamin D (ergokalsiferol,kalsiferol)
Terdapat sebagai provitamin D (ergosterol) di dalam sayuran dan ragi juga terdapat didalam tubuh,yakni dibawah kulit,oleh pengaruh sinar UV matahari akan diubah menjadi kalsiferol atau vitamin D , provitamin D juga terdapat didalm tubuh sebagai 7-dehidrokolesterol yang oleh pengaruh sinar UV diubah menjadi kolekalsiferol(vitamin D)
Fungsi vitamin D adalah mengatur metabolisme Ca dan F bersama-sama hormon tiroid dan hprmon paratiroid. Defisiensinya menimbulkan penyakit rachitis (tulang mudah bengkok)
Vitamin E(alfa tokofero)
Merupakan senyawa tokoferol. Dikenal 4macam tokoferol,yaitu alfa,beta, gamma dan delta. Yang aktif adalah senyawa alfa tokoferol. Vitamin E banyak dijumpai dalam minyak nabati (minyak jagung,kedelai dan bunga matahari) padi-padian ,ragi,hati,kuning telur dan sayuran. Tidak dikenal gejala defisiensi yang khas pada orang dewasa.
Dalam pengobatan digunakan pada gangguan jantung (angina dan lain-lain), artrosis,neuralgia,hiperkoleterolmia dan penyakit kulit. Juga digunakan sebagai anti keguguran dan obat kemandulan.
Vitamin K
Vitamin ini meliputi :
# vitamin K disebut fitomenadion ,terdapat dalam sayuran hijau dan minyak nabati
# vitamin K dihasilkan oleh flora usus untuk penyerapannya dari usus memerlukan asam empedu.
# vitamin K (menadion) dan vitamin K (menadiol) merupakan zat sintetik.
Dalam hati vitamin K merangsang pembentukan protrombin. Defisiensi vitamin menyebabkan hipoprotrombinemia yang berakibat darah sukar membeku.
MINERAL
Mineral adalah zat anorganik yang dalam jumlah kecil bersifat esensial bagi banyak proses metabolisme dalam tubuh. Yang paling banyak dibutuhkan adalah kalium, natrium, kalsium,magnesium,fosfor, dan klorida.
Elemen spura adalah mineral yang dibutuhkan kurang dari 20 mg sehari, yakni besi,seng,tembaga, mangan,molibden,flour,krom,iod,selen dan kobalt.
Fungsinya masing-masing sangat berbeda :
# ca dan P sebagian besar bertanggung jawab bagi kekuatan kerangka
# K, Mg dan P terutama untuk membentuk sistem pendapat intraselluler
#Na dan Cl berperan penting diruang ekstraselluler sebagai pengatur tekanan osmotik dan tekanan darah normal.
# banyak elemen supra merupakan ko-faktor dari metallo-enzym, misalnya Fe,Zn,Mn,Mg, dan Cu yang mengkatalisa banyak proses metabolisme
# F dan Sr merupakan zat essensial bagi tulang gigi dan emailnya
#iod merupakan bahan baku bagi sintesis hormon tiroid
Penggunaan mineral-mineral, khususnya untuk privasi dan pengobatan keadaan defisiensi, terutama garam K dan Ca, begitu pula Na,Cl dan fosfat yang digunakan sebagai infus dalam keadaan darurat dari elemen-elemen spura, hanya Fe,Zn,I,F, dan Sr yang digunakan sebagai obat. Zat-zatlainnya hanya digunakan sebagai tambahan pada preparat multivitamin atau sebagai food suplemen.
Obat-obat tersendiri :
1. KALIUM KLORIDA
Merupakan kation yang terpenting dalam cairan intra sel dan merupakan zat essensial untuk mengatur keseimbangan asam-asam serta isotoni dari sel. Selain itu juga mengaktivasi banyak reaksi enzim dan proses fisiologis, seperti penerusan implus disaraf dan otot,kontraksi otot dan metabolisme karbohidrat.
2. NATRIUM KLORIDA
Merupakan kation terpenting bagi cairan ekstra sel dan berperan penting pada regulasi tekanan osmotik sel. Juga berperan pada pembentukan perbedaan-perbedaan potensial listrik dalam kontraksi otot dan penerusan implus saraf. Defisiensinya bisa terjadi akibat kerja fisik yang terlampau berat dan banyak berkeringat serta banyak minum air tanpa tambahan garam ekstra.
3. KALSIUM
Fungsi utamanya adalah bahan pembangun tulang berperan penting pada regulasi daya rangsang dan kontraksi otot-otot serta penerusan impuls saraf. Selain itu Ca mengatur permeabilitas membran sel bagi K dan Na, aktifitasi banyak reaksi enzim seperti pembekuan darah. Defisiensi Ca menimbulkan kelembekan tulang(osteomalacia) dan mudah terangsanya otot dan saraf, dengan akibat serangan-serangan tetania. Contoh garam kalsium: kalsium glukonat,kalsium laktat dan kalsium sitrat.
4. SENG SULFAT
Kadar seng dalam tubuh agak tinggi dibandingkan dengan elemen spura lainnya yang sebagian besar terdapat dalam tulang dan prostrat. Fungsinya ialah sebagai kofaktor dalam minimal 100 enzim yang terlibat dalam segala proses metabolisme,yaitu
• karboanhidrase, berperan pada gejala buta malam(kofaktor dari alkoholdehidrogenase yang merubah retinol menjadi retinal)
• memperbaiki fungsi sel-sel otak bagi lemah ingatan(sering lupa) pada orang tua
• stimulasi penyembuhan borok bila terjadi kekurangan
• secara lokal berkhasiat sebagai adstringens(penciutan selaput lendir) anti keringat dan antiseptik lemah
• penggunaanya paling banyak dalam dermatologi khususnya ZnO dalam bedak tabur dan salep, sebagai adstringens dan antiseptik lemah. Selain itu juga pada perawat tetes mata.
5. FLOURIDA
Flour terutama ditimbun sebagai apatit didentin dan email,juga dalam tiroid dan ginjal. Ekspresinya melalui saluran kemih dan keringat pada transpirasi berlebihan. Penggunaanya paling banyak untuk prevensi gigi berlubang(carries) yang berdasarkan atas reaksinya dengan apatit. Flouro-apatit yang terbentuk bersifat lebih padat dan tahan asam yang terbentuk setiap kali makan gula dan karbohidrat. Fluor juga digunakan pada osteoporosis(kurangnya Ca dari tulang).
6. STRONSIUM KLORIDA
Elemen ini berguna melindungi gigi terhadap pengaruh thermis(panas dan dingin)dan kimiawi (asam dan gula) yang disertai nyeri. Selain itu juga mengurangi sensitivitas gigi terhadap rangsangan tersebut dengan jalan membentuk lapisan pelindung keras diluar dentin yang sudah kehilangan emailnya karena erosi atau pengendapan kalsium. Dengan demikian rangsangan tersebut tidak bisa mencapai sum-sum gigi lagi yang berisi saraf-saraf dan dapat mengakibatkan nyeri.
7. MAGNESIUM
Terdapat dalam tulang dan cairan intra sel juga sebagai ko-faktor enzim-enzim yang menghasilkan energi. Berperan penting pada kontraksi otot.
8. KROM
Digunakan untuk kerja insulin yang optimal dalam bentuk aktifnya sebagai senyawa organik GTF(Gloucose Tolerance Factor) yang 20 kali lebih aktif dari pada garam-garam krom anorganik
9. TEMBAGA
Merupakan kofaktor bagi cytochromoxidase dan beta hidroksilase yang mengubah dopamin menjadi noradrenalin, juga penting bagi sintesis hemoglobin. Kekurangannya dapat menyebabkan kelembanan psikomotor serangan epilepsi serta kelainan pada rambut.
Langganan:
Komentar (Atom)